Cek Lis Ganti Ban Mobil

23-May-2018

Category : Roda & Ban
Cek Lis Ganti Ban Mobil

Ingin perjalanan mudik Anda lancar dan aman? Salah satu kuncinya, pastikan ban mobil dalam kondisi prima.

Menurut data Jasamarga, 23 persen kecelakaan lalu lintas terjadi karena kondisi ban yang tidak layak pakai. Sekitar 5000 kecelakaan terjadi karena pecah ban. Mumpung libur masih beberapa minggu lagi, periksa kondisi ban mobil Anda. Bisa dilakukan sendiri kok. Sebaiknya lakukan penggantian ban bila menemukan kondisi-kondisi berikut.

 

1. Umur Ban : 3 Tahun

Ban terbuat dari bahan karet yang elastis. Kelenturannya akan berubah, semakin berkurang seiring waktu. Usia ideal ban adalah 3 tahun. Melebihi batas waktu ini, karet berkurang kelenturannya, getas atau mengeras. Tanda-tandanya, getaran terasa keras, apalagi di permukaan jalan yang tidak rata. Suara ban bergesekan dengan jalan juga terdengar makin keras. Tak hanya kenyamanan, ini bisa berefek pada komponen kaki-kaki, karena harus bekerja lebih keras menahan getaran.

 

2. Jarak Tempuh : 40.000 km

Walau belum 3 tahun, sebaiknya ganti ban jika jarak tempuh sudah mencapai 40 ribu kilometer. Kelenturan karetnya bisa jadi masih bagus, tapi ban yang sudah menempuh jarak yang jauh akan mengalami keausan.

 

3. TWI : Tread Wear Indicator

Setiap ban mobil memiliki TWI, Tread Wear Indicator, segitiga penanda batas keausan ban di dinding samping dan di tengah telapak ban. Kalau kembangan ban sudah menyentuh segitiga TWI, artinya sudah harus ganti ban.

 

4. Area Gundul

Bagian tengah ban gundul, sementara tepiannya masih bagus? Tetap harus ganti ban, karena artinya ketebalan ban sudah tidak sama lagi. Ini biasanya terjadi karena terlalu sering kebanyakan angin. Sebaliknya kalau kurang, bagian yang gundul ada di sisi luar atau dalam ban. Gundul di area ini bisa juga karena problem suspensi yang berakibat cengkeraman ban tidak rata.

 

5. Kontur Ban : Benjol dan Retak

Ini kode keras, artinya anyaman benang atau kawat penguat konstruksi ban sudah putus. Ketahanan ban sudah menurun, bagian yang benjol ini tidak lagi kuat menahan tekanan udara, sehingga mudah pecah. Biasanya terjadi karena kelebihan angin atau benturan dengan lubang. Sementara ban retak, karena terlalu sering kelamaan ‘dijemur’ alias kepanasan. Misalnya keseringan parkir di tempat panas. Ban yang sudah retak-retak ini sudah rapuh dan mudah rusak. 

 

6. Heel Toe Wear

Artinya kembangan ban seperti terangkat. Ini karena sering melaju kencang dan mengerem keras di permukaan jalan rusak. Bisa juga karena bushing suspensi, bearing roda dan ball joint yang sudah aus. Akibatnya kembangan ban tertarik secara paksa dan berkurang ketahanannya.

Related Articles

Kampas rem merupakan salah satu spareparts motor terpenting. Keselamatan dan kenyamanan pengendara motor sangat ditentukan oleh kinerja rem berikut segala komponennya. Spareparts ini yang menentukan kapan dan bagaimana motor mesti berhenti, apalagi saat menghadapi situasi kritis.

Ban dalam motor merupakan spareparts yang harus benar-benar pas, tidak boleh kekecilan atau kegedean. Ban dalam yang terlalu besar, jadi lebih mudah rusak atau bocor. Hal ini karena saat terpasang ada bagian ban dalam yang terlipat atau terjepit.

Ban dalam sama pentingnya dengan ban luar. Apalagi karena ban dalam ini merupaka spare parts motor yang tak terlihat. Kondisi dan kualitasnya mesti dipastikan selalu benar-benar baik untuk menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara. Ban dalam yang kondisinya buruk karena terlalu sering ditambal atau kualitasnya tidak bagus, kinerja dan daya tahannya juga buruk.

Spareparts satu ini ukurannya memang kecil, bentuknya sepele sehingga sering dipandang sebelah mata, tutup pentil.

Related Products