CVT Belt Skutik, Deteksi Sebelum Putus

24-May-2018

Category : Rantai & Belt
CVT Belt Skutik, Deteksi Sebelum Putus

Belt CVT (Continously Variable Transmission) skutik Anda mulai uzur? Sebaiknya jangan ditunda, belt CVT yang mulai aus mesti segera diganti. Kalau diabaikan, komponen yang aus ini bisa putus sewaktu-waktu.

Kalau sampai sampai putus, tak hanya mogok dan kudu ganti belt CVT, roller dan rumah roller pun bisa ikut rusak. Dorong-dorong di tengah jalan, apalagi di tengah jalur mudik atau turing, kerepotan dan kesalnya jadi berlipat kan...

 

Getaran di Tarikan

Belt CVT yang mulai tidak sehat sebenarnya mudah dideteksi, sebelum menjadi semakin parah. Gejala paling jelas bisa dirasakan saat motor dikendarai, jadi tidak nyaman. Motor kehilangan tenaga, loyo dan terasa getaran di tiap tarikan.

 

Getaran muncul saat pertama motor berakselerasi. Bisa terasa di tengah perjalanan, di tiap tarikan saat stop & go di tengah macet, belokan, jalan rusak ataupun polisi tidur. Ini karena kondisi belt tak lagi bagus dan tidak bekerja maksimal, karena longgar atau retak.

 

Gejala yang lain, baru terdeteksi saat area belt CVT dibongkar, belt retak. Belt terlihat longgar dan di bagian lekukan terlihatan retakan. Belt yang sudah retak seperti ini sangat mudah putus, apalagi kalau pengendaranya punya kebiasaan akselerasi yang agresif. Belt CVT yang sudah uzur dipaksa bekerja keras. Kalau sudah begini, opsi paling aman, ganti komponen CVT dengan yang baru.

 

Masa pakai belt CVT biasanya ditentukan oleh pemakaian, gaya berkendara, beban, waktu pakai dan jarak tempuh. Paling aman, lakukan pemeriksaan komponen CVT setiap 6 bulan atau saat terjadi ketidaknyamanan. Terjadi getaran, bunyi berdengung atau gesekan.

Related Articles

Kampas rem merupakan salah satu spareparts motor terpenting. Keselamatan dan kenyamanan pengendara motor sangat ditentukan oleh kinerja rem berikut segala komponennya. Spareparts ini yang menentukan kapan dan bagaimana motor mesti berhenti, apalagi saat menghadapi situasi kritis.

Ban dalam motor merupakan spareparts yang harus benar-benar pas, tidak boleh kekecilan atau kegedean. Ban dalam yang terlalu besar, jadi lebih mudah rusak atau bocor. Hal ini karena saat terpasang ada bagian ban dalam yang terlipat atau terjepit.

Ban dalam sama pentingnya dengan ban luar. Apalagi karena ban dalam ini merupaka spare parts motor yang tak terlihat. Kondisi dan kualitasnya mesti dipastikan selalu benar-benar baik untuk menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara. Ban dalam yang kondisinya buruk karena terlalu sering ditambal atau kualitasnya tidak bagus, kinerja dan daya tahannya juga buruk.

Spareparts satu ini ukurannya memang kecil, bentuknya sepele sehingga sering dipandang sebelah mata, tutup pentil.

Related Products