4 Kunci Rawat Rem ABS, Sensor Sehat, Semua Selamat

16-December-2018

Category : Pengereman
4 Kunci Rawat Rem ABS, Sensor Sehat, Semua Selamat

Teknologi rem ini menjadi salah satu fitur utama untuk menjamin keselamatan, ABS (Antilock Brake System).

Semua mobil bahkan motor terbaru, dilengkapi dengan teknologi ABS. Tetapi teknologi canggih, kadang tak bisa berfungsi maksimal atau memicu masalah baru, karena pemilik mobil atau motor memahaminya. Bukan saja cara pengoperasian, tapi juga perawatannya. 

Seperti juga spareparts kendaraan lainnya, sistem rem ABS memerlukan perawatan rutin agar tetap terjaga kinerjanya. Apa saja yang mesti dijaga atau dirawat dengan cermat? 

Rem ABS terdiri atas tiga sistem yaitu modul, sensor dan komputer di Electronic Control Unit (ECU) mobil. Sensor-sensor pada sistem ABS tersebut yang memegang peran yang penting dalam menangkap sinyal perintah pengereman. Sensor tersebut yang mengirimkan data ke komputer di ECU, kemudian dikirimkan ke master rem yang mengeksekusi pengereman. Master rem yang bertugas memberi tekanan pada kaliper rem. 

Nah, kalau sensor ini sampai rusak, maka perintah pengiriman tak akan terkirim dengan akurat dan tepat waktu. Ini yang menyebabkan berbagai masalah pengereman, seperti tak akurat sampai gagal mengerem. Untuk menjaga kinerjanya, teknologi ABS membutuhkan perawatan dan perlakuan yang berbeda. 

Jangan Mengocok Rem 
Menginjak pedal rem terlalu sering bisa menyebabkan rem blong. Ini biasanya dilakukan saat berada di tengah kemacetan atau jalanan padat, sering mengerem mendadak. Hal ini memang tak terhindarkan bila tiba-tiba terjadi situasi darurat, tapi jangan dibiasakan. Usahakan jaga jarak dengan kendaraan lain dan atur kecepatan agar tak perlu terlalu sering mengerem mendadak. 

Menginjak pedal rem terlalu sering membuat sensor mesti menerima dan mengirim sinyal yang tidak dibutuhkan sensor ABS. Pijakan demi pijakan pada pedal akan membuat sensor lebih cepat aus. Kalau sensor sampai salah kirim sinyal ke ECU, maka ABS akan beralih ke posisi mengunci walaupun sebenarnya kita tidak melakukan pengereman. Bahaya kan...

Membersihkan Sensor
Sensor ABS terletak di kaliper rem, hati-hati saat membersihkan atau mengganti bagian ini. Pastikan lakukan penggantian di bengkel yang memahami tentang teknologi rem ABS. Sensor bisa rusak dan fungsi ABS tidak normal karena penggantian kaliper yang tidak hati-hati. Begitupun saat membersihkan, gunakan cairan pembersih khusus dan lakukan secara rutin, setidaknya dua bulan sekali. Sensor yang kotor akan mempengaruhi kinerja sistem ABS.

Mengganti Minyak Rem
Mekanisme kinerja rem ABS juga bergantung pada adanya minyak rem. Jika minyak rem sudah berkurang, segera ganti dengan yang baru. Ingat tanggal kadaluarsa minyak rem itu sendiri dan  perhatikan tabung minyak rem. Minyak rem yang kadaluarsa jadi terlalu cair, kinerja ABS dan kualitas pengereman pun akan menurun. 

Kampas Rem
Pastikan kualitas kampas rem masih bagus. Meski teknologi rem sudah canggih, tapi kalau kampas rem sudah tidak layak lagi, sudah tipis atau aus, kerja ABS dan performa pengereman juga tidak akan optimal. Kedalaman injakan pedal rem bertambah, jarak pengereman jadi perlu makin panjang juga.

Related Articles

Menjelang liburan Natal dan pergantian tahun, mempersiapkan mobil untuk perjalanan jauh wajib hukumnya.

Pada mesin mobil terdapat sabuk atau V-belt yang punya peranan penting. Fungsinya adalah untuk menggerakkan atau menghubungkan beberapa komponen di mesin seperti kompresor AC, alternator, ekstra fan, dan power steering hidraulis.

Tak hanya manusia, mobil juga bisa kena ‘serangan jantung’, tiba-tiba mesin mati. Ini merupakan salah satu momok paling menyusahkan.

Sepatu keren memang ampuh banget menarik perhatian. Begitu pula saat mendandani motor, pelek dan ban kece, tampilan pun langsung ngangkat. Tapi hati-hati kalau motor terhitung canggih, telah dibekali fitur ABS (Anti-lock Braking System).

Related Products