Suspensi Terlalu Empuk, Pertanda Ada Kerusakan

11-December-2018

Category : Suspensi
Suspensi Terlalu Empuk, Pertanda Ada Kerusakan

Motor dengan suspensi lembut atau empuk memang nyaman. Bantingan atau guncangan jalan dapat teredam dengan baik. Tapi, hati-hati kalau terlalu empuk.

Suspensi motor terlalu empuk malah mengganggu kestabilan dan bisa jadi membahayakan. Selain itu, suspensi terlalu lembut bisa jadi salah satu pertanda kerusakan sokbreker di motor kesayangan Anda. 

Mengapa bisa begitu? 

Suspensi motor terdiri dari per dan damper atau peredam. Damper atau peredam ini berbentuk seperti pipa besiberisi oli yang mengatur mengatur keras-lembutnya peredaman saat suspensi bergerak naik-turun. Bila peredaman terlalu lembut, maka ayunan suspensi jadi berlangsung lebih lama. Akibatnya, bodi dan ban akan terus mengayun satu sama lain tanpa redaman. Efeknya, ban tidak mencengkeram permukaan jalan. Di sinilah letak bahayanya. Apalagi saat motor sedang bergerak dengan kecepatan tinggi. 

Sokbreker pada sistem suspensi merupakan komponen yang dapat menjadi aus setelah lama digunakan. Kerusakan dapat lebih cepat terjadi bila motor sering dibebani dengan muatan melebihi kapasitasnya. Misanya motor digunakan boncengan bertiga atau dibebani barang bawaan yang berat. Bantingan motor yang terlalu empuk bisa jadi salah satu pertanda adanya kerusakan pada sistem suspensi. Motor jadi cenderung sulit dikendalikan karena membuang ke kiri dan kanan saat melewati jalan tidak rata, apalagi saat membentur lubang. 

Kerusakan juga bisa terjadi karena gaya berkendara yang terlalu kasar saat melewat jalan yang buruk, berlubang, bergelombang, atau polisi tidur. Selain itu faktor perawatan juga ikut menentukan, karena debu atau kotoran yang menumpuk pada batang atau as shock absorber bisa menggores sil saat sokbreker bekerja meredam ayunan suspensi. 

Kebocoran sil inilah yang memicu kebocoran oli dan kerusakan sokbreker. Jika sil dan as rusak, oli di dalam tabung sokbreker akan berkurang. Inilah yang menyebabkan bantingan sokbreker jadi terlalu empuk, karena sistem hidraulisdi dalam sokbreker tidak bekerja optimal. Yang bekerja menahan guncangan hanya per, tanpa ada redaman ayunan dari sokbreker. Karena itu waspadalah jika kebocoran oli berhenti padahal tidak dilakukan upaya perbaikan apapun. Bukan berarti masalah teratasi, bisa jadi ini terjadi karena oli sokbreker sudah habis. 

Kalau sudah begini, tak ada cara lain selain mengganti sokbreker motor Anda dengan yang baru. Hindari menggunakan sokbreker bekas, karena umur pakainya tidak bisa diprediksi. Pilihan terbaik adalah mengganti shock absorber rusak dengan komponen baru, baik orisinal atau aftermarket. Keduanya bisa jadi pilihan yang baik. Pastikan Anda memilih sokbreker yang sesuai dengan motor yang digunakan. Ukuran panjang dan tingkat kekerasan sokbreker yang tepat akan memudahkan pemasangan dan membuat motor dapat dikendalikan dengan baik. Pada beberapa motor seperti skutik, perbedaan ukuran bisa membuat motor oleng dan sulit dikendalikan. 

Bagaimana kalau ada tawaran sokbreker bekas dari teman? Pastikan tidak ada bekas perbaikan berat seperti bekas pengelasan ulang, pengecatan ulang, atau pengelupasan baut bagian bawah. Coba tarik dan tekan untuk memastikan sokbreker berfungsi dengan normal atau tidak, terlalu keras atau malah terlalu empuk.

Related Articles

Menjelang liburan Natal dan pergantian tahun, mempersiapkan mobil untuk perjalanan jauh wajib hukumnya.

Pada mesin mobil terdapat sabuk atau V-belt yang punya peranan penting. Fungsinya adalah untuk menggerakkan atau menghubungkan beberapa komponen di mesin seperti kompresor AC, alternator, ekstra fan, dan power steering hidraulis.

Tak hanya manusia, mobil juga bisa kena ‘serangan jantung’, tiba-tiba mesin mati. Ini merupakan salah satu momok paling menyusahkan.

Sepatu keren memang ampuh banget menarik perhatian. Begitu pula saat mendandani motor, pelek dan ban kece, tampilan pun langsung ngangkat. Tapi hati-hati kalau motor terhitung canggih, telah dibekali fitur ABS (Anti-lock Braking System).

Related Products