Beli Skutik Bekas, Wajib Cek 6 Bagian Ini

01-August-2018

Category : Mesin
Beli Skutik Bekas, Wajib Cek 6 Bagian Ini

Membeli skutik bekas perlu strategi dan pengetahuan. Tak hanya soal harga, tapi juga saat memeriksa kondisi motor.

Skutik memiliki sistem kerja dan spare parts motor yang berbeda dengan motor jenis lainnya. Karena itu saat memeriksa kondisi motor pun perlu fokus dan kecermatan pada bagian tertentu. Tak harus jadi mekanik yang ngelotok memahami semua bagian mesin dengan detail. Beberapa bagian bisa diperiksa sendiri kok. 

Jadi, jangan sampai seperti beli kucing dalam karung. Sebelum memutuskan beli skutik seken, pastikan periksa kondisi beberapa bagian dan spare parts motor ini. 

CVT
CVT dan berbagai spare parts-nya ini merupakan bagian terpenting untuk skutik. Pastikan CVT dalam kondisi baik ketika membeli skutik seken. Lakukan test ride, rasakan apakah perpindahan gear halus dan nyaman. Perpindahan transmisi yang kasar menandakan ada masalah di CVT. 

“Ngeceknya gampang, putar roda motor dalam kondisi mesin tidak hidup. Kalau ada suara kasar, cek CVT-nya. Kemungkinan ada masalah di situ,” kata Hasan, dari Hasan Motor, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta. Kalau kondisinya buruk, lebih baik cari motor yang lain karena perbaikannya tidak murah. “Kalau sampai harus ganti spare parts CVT seperti belt, roller atau kampas ganda, bisa sampai 800 ribuan,” lanjut Hasan.

Oli
Oli yang kapasitasnya masih full bisa meredam suara mesin sehingga terdengar lebih lembut. Periksalah kondisi oli motor tidak berlebihan, tidak ada kebocoran, oli tidak kotor, atau tempat oli kering. Jika kondisi oli motor tidak baik, berarti pengguna pertama kurang merawat motor dan hal tersebut dapat mengakibatkan Anda harus mengeluarkan biaya ekstra untuk perawatan motor nantinya.

Mesin
Ini bagian terpenting saat inspeksi skutik idaman. Pastikan suara mesin bunyinya halus dan lembut. Dengarkan dengan cermat, apakah ada bunyi-bunyi aneh atau kasar. “Suara mesin kasar itu biasanya ada masalah di seher, setang seher atau kruk as,” kata Hasan.

Cek mesin dalam kondisi stasioner, nyalakan mesin tanpa menarik gas. Jangan buru-buru ngegas, biarkan dulu mesin berjalan tanpa digas sampai langsam. Ini untuk memastikan kondisi mesin masih baik atau tidak. Motor dengan mesin yang bermasalah biasanya tidak akan langsam pada putaran mesin di bawah 1500 rpm. Amati juga knalpotnya, berasap atau tidak. 

“Knalpot ngebul, muncul asap putih, itu biasanya karena sil klep atau klep aus. Kalau mesin kasar, sudah begitu knalpot ngebul, mending cari lagi motor lainnya. Perbaikannya mayan mahal, antara 800 ribu sampai sejuta,” lanjut Hasan.

Kelistrikan 
Nyalakan lampu depan, lampu sein, lampu belakang, lampu rem, lampu panel dan klakson. Cek speedometer dan indikator-indikatornya dari penunjuk jarak sampai tangki bensin. Pastikan semua pasih akurak. Periksa starter elektrik apakah masih bekerja atau kudu ngengkol. Kalau ada salah satu komponen listrik di atas yang tidak berfungsi dengan sempurna, bisa jadi ada masalah pada aki atau sekring motor. 

Bodi
Bagian ini relatif lebih mudah dicek daripada mengecek mesin, karena terlihat jelas. Cek kondisi cat, ada goresan atau tidak, tangki penyok atau mulus, tidak ada retak apalagi sampai ada bagian yang bengkok. Cek rangka motor, masih original atau sudah dimodifikasi. Setang motor, pastikan masih lurus. Juga knalpot berikut spare parts dan pipa-pipanya, cek berkarat atau tidak.

Nomor Rangka dan Nomor Mesin
Ini penting untuk mencegah kerepotan di belakang hari. Sifatnya tidak teknis sih, tapi berkaitan dengan administrasi motor. Jangan sampai terjadi ketidakcocokan antara nomor rangka atau nomor mesin dengan surat-surat motor. Kalau ini sampai terjadi, kemungkinan motor tersebut hasil curian.

Related Articles

Kampas rem merupakan salah satu spareparts motor terpenting. Keselamatan dan kenyamanan pengendara motor sangat ditentukan oleh kinerja rem berikut segala komponennya. Spareparts ini yang menentukan kapan dan bagaimana motor mesti berhenti, apalagi saat menghadapi situasi kritis.

Ban dalam motor merupakan spareparts yang harus benar-benar pas, tidak boleh kekecilan atau kegedean. Ban dalam yang terlalu besar, jadi lebih mudah rusak atau bocor. Hal ini karena saat terpasang ada bagian ban dalam yang terlipat atau terjepit.

Ban dalam sama pentingnya dengan ban luar. Apalagi karena ban dalam ini merupaka spare parts motor yang tak terlihat. Kondisi dan kualitasnya mesti dipastikan selalu benar-benar baik untuk menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara. Ban dalam yang kondisinya buruk karena terlalu sering ditambal atau kualitasnya tidak bagus, kinerja dan daya tahannya juga buruk.

Spareparts satu ini ukurannya memang kecil, bentuknya sepele sehingga sering dipandang sebelah mata, tutup pentil.

Related Products