Cek Lis Rem Mobil

21-May-2018

Category : Pengereman
Cek Lis Rem Mobil

Mudik atau roadtrip selalu jadi tradisi yang berkesan tiap libur Lebaran. Kendaraan, route perjalanan hingga wisata kuliner di sepanjang jalur biasanya sudah disiapkan jauh hari sebelum berangkat. Salah satu bagian yang mutlak harus dalam kondisi prima adalah rem.

Komponen mobil ini punya peran vital untuk keselamatan penumpangnya. Persiapan terbaik memang pengecekan atau servis rem sebelum perjalanan. Tapi sebelum ke bengkel, Anda sebenarnya bisa juga melakukan deteksi ‘kesehatan’ rem mobil dengan cek lis berikut.

 

1. Ketebalan Kampas Rem

Jika masih tebal, Anda hanya perlu membersihkannya saja dari kotoran. Jika kondisinya sudah menipis, maka Anda perlu ganti kampas rem. Usia pakai kampas rem berkisar 35-40 ribu kilometer untuk mobil matik dan sekitar 60-70 ribu kilometer untuk mobil manual.

 

2. Kebersihan Cakram

Bersihkan bagian kampas rem dan cakram atau tromol. Kotoran bisa berasal dari jalanan maupun debu akibat gesekan antara kampas rem dan cakram. Kotoran bisa mempengaruhi cengkeraman rem.

 

3. Kondisi Sepatu Rem

Bagian ini sangat rentan terhadap karat karena terkena air. Servis di bengkel memastikan sepatu rem dapat menekan kampas rem dengan baik saat pengereman.

 

4. Minyak Rem

Penggantian minyak rem dilakukan setiap jarak 20 ribu kilometer. Penggantian ini wajib dilakukan secara rutin dan berkala agar kondisi rem tetap terjaga. Periksa level minyak rem. Jika minyak rem turun (bukan karena kebocoran) maka ada kemungkinan kalau kampas rem Anda sudah mulai habis. Waktunya beli kampas rem baru.

 

5.Indikator ABS

Pada kendaraan dengan sistem Antilock Brake System atau ABS, dilengkapi sensor yang akan memantau kondisi roda dan sistem rem. Bila ada yang tidak berfungsi dengan baik akan ditunjukan dengan indikator ABS menyala.

Related Articles

Kampas rem merupakan salah satu spareparts motor terpenting. Keselamatan dan kenyamanan pengendara motor sangat ditentukan oleh kinerja rem berikut segala komponennya. Spareparts ini yang menentukan kapan dan bagaimana motor mesti berhenti, apalagi saat menghadapi situasi kritis.

Ban dalam motor merupakan spareparts yang harus benar-benar pas, tidak boleh kekecilan atau kegedean. Ban dalam yang terlalu besar, jadi lebih mudah rusak atau bocor. Hal ini karena saat terpasang ada bagian ban dalam yang terlipat atau terjepit.

Ban dalam sama pentingnya dengan ban luar. Apalagi karena ban dalam ini merupaka spare parts motor yang tak terlihat. Kondisi dan kualitasnya mesti dipastikan selalu benar-benar baik untuk menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara. Ban dalam yang kondisinya buruk karena terlalu sering ditambal atau kualitasnya tidak bagus, kinerja dan daya tahannya juga buruk.

Spareparts satu ini ukurannya memang kecil, bentuknya sepele sehingga sering dipandang sebelah mata, tutup pentil.

Related Products