Mesin Ngelitik, Dipicu Bahan Bakar Sampai ‘Jorok’

19-May-2018

Category : Mesin
Mesin Ngelitik, Dipicu Bahan Bakar Sampai ‘Jorok’

Ngelitik atau engine knocking merupakan ‘penyakit’ yang bisa terjadi pada semua varian. Tak hanya mobil lawas, tapi mobil baru juga bisa mengamati. Terdengar bunyi ketikan saat pedal gas diinjak spontan, dan makin keras saat kecepatan meningkat.

Ngelitik terjadi saat pembakaran pada mesin tidak berjalan normal. Pencampuran bahan bakar di ruang bakar tidak berlangsung sempurna. Penyebab utamanya biasanya kualitas bahan bakar dengan kualitas rendah, dibawah oktan semestinya. Bahan bakar dibawah standar inilah yang memicu pembakaran lebih cepat dan terjadilah ngelitik.

 

Kemungkinan kedua, ‘jorok’. Saringan atau pompa bensin kotor berakibat bahan bakar yang masuk ke mesin pun tidak bersih, lama-lama memicu ngelitik. Begitu pula klep berkerak dan lapisan karet terlalu kotor. Komponen lain yang bisa memicu ngelitik adalah busi, kualitasnya sudah buruk dan mesti ganti busi atau tidak sesuai spesifikasi standar.

 

Tekanan kompresi terlalu tinggi, juga bisa memicu ngelitik. Tekanan terlalu tinggi membuat katup-katup mesin tidak terbuka sempurna. Untuk mencegah ngelitik, pastikan selalu kualitas bahan bakar dan kebersihan komponen-komponen mesin. Dalam jangka panjang, ngelitik bisa merusak mesin.

 

Dalam ruang bakar, ketika kepala piston sedang berada di atas ada tiga bagian yang terbentuk. Paling atas yaitu bensin yang terbakar pada 2.000 °C – 3.000 °C, lapisan kedua adalah udara pelindung di bagian tengah dan kepala piston(Kompas.com). Gelombang ngelitik bisa merusak lapisan pelindung hingga melebihi batas ketahanan suhu piston, hingga bolong atau meleleh.

Related Articles

Kampas rem merupakan salah satu spareparts motor terpenting. Keselamatan dan kenyamanan pengendara motor sangat ditentukan oleh kinerja rem berikut segala komponennya. Spareparts ini yang menentukan kapan dan bagaimana motor mesti berhenti, apalagi saat menghadapi situasi kritis.

Ban dalam motor merupakan spareparts yang harus benar-benar pas, tidak boleh kekecilan atau kegedean. Ban dalam yang terlalu besar, jadi lebih mudah rusak atau bocor. Hal ini karena saat terpasang ada bagian ban dalam yang terlipat atau terjepit.

Ban dalam sama pentingnya dengan ban luar. Apalagi karena ban dalam ini merupaka spare parts motor yang tak terlihat. Kondisi dan kualitasnya mesti dipastikan selalu benar-benar baik untuk menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara. Ban dalam yang kondisinya buruk karena terlalu sering ditambal atau kualitasnya tidak bagus, kinerja dan daya tahannya juga buruk.

Spareparts satu ini ukurannya memang kecil, bentuknya sepele sehingga sering dipandang sebelah mata, tutup pentil.

Related Products