‘Clearance’, Pahami Sebelum Oprek Bearing Racing Buat Harian

09-July-2018

Category : Bearing
‘Clearance’, Pahami Sebelum Oprek Bearing Racing Buat Harian

Bearing atau laher memiliki fungsi penting untuk kinerja mesin. Bearing bertugas untuk menyelaraskan putaran mesin dan menahan beban dorongan di setiap langkah piston.

Pemilihan atau pemakaian bearing yang kurang tepat akan mempengaruhi performa mesin dan seluruh komponennya. Apalagi saat motor dipicu untuk kerja yang cukup berat seperti turing atau mudik.

 

Karena kinerja mesin ditantang makin berat di medan touring atau perjalanan jauh, seluruh komponen motor mesti dalam kondisi prima dan berkualitas, termasuk bearing. Bagaimana dengan pemakaian komponen motor atau bearing racing? 

 

Tapi spareparts motor tak bisa sembarangan diganti. Ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan, seperti noise, vibration test dan spesifikasi. Spare parts motor racing biasanya memang memakai material yang lebih bagus dibanding komponen motor standar. Tapi hanya material, komponen racing memiliki spesifikasi berbeda seperti desain atau ukuran yang berbeda, seperti clearance.

 

Apa itu clearance? Nah, kenali dulu sebelum mulai ngoprek bearing.

 

Setiap bearing memiliki celah atau clearance yang berbeda-beda, ditandai dengan kode C dan angka di belakangnya. Clearance ini yang membuat bearing bisa berputar. Semakin tinggi angka, semakin besar juga celah bola bearing dengan case-nya. Bearing motor standar biasanya ditandai kode C3, sedangkan untuk racing memakai kode C4 bahkan C5.

 

Mesin performa tinggi seperti mesin racing, menghasilkan torsi dan suhu lebih tinggi dibanding mesin standar saat digeber hingga performa maksimalnya. Akibatnya, komponen termasuk bola-bola bearing akan memuai. Clearance atau kerenggangan yang lebih besar inilah yang membuat bearing tidak macet.

 

Ganti bearing motor dengan clearance besar untuk sehari-hari memang memungkinkan, tapi tidak memiliki nilai ekonomis yang optimal, Semakin besar clearance bearing, akan semakin berisik juga bunyi mesin yang dihasilkan. Umur bearing dengan clearance besar pun tidak akan seawet bearing standar. Bearing racing biasanya hanya dipakai untuk beberapa kali balapan, lalu diganti. Performanya bagus, tapi usianya tidak sepanjang komponen standar.

 

Memilih spareparts motor tak hanya mempertimbangkan faktor kualitas, tapi juga faktor ekonomis dan peruntukan yang tepat. Karena spare parts motor harian mesti mesti tangguh, berkualitas dan punya daya tahan yang panjang.

Related Articles

Pada skuter matik atau skutik, fungsi kopling dan transmisi digantikan sistem CVT untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang.

Sebagian pengguna mobil mungkin pernah membeli ban. Namun kode produksinya bukan tahun sekarang. Bila mengalami kondisi seperti itu, sebaiknya jangan berasumsi bahwa ban sudah kadaluarsa. Faktanya ban tidak memiliki masa kadaluarsa, sepanjang disimpan dengan baik ban tetap dapat digunakan.

Belakangan ini makin banyak sepeda motor dengan konstruksi mesin DOHC. DOHC adalah singkatan dari Double Over Head Camshaft, atau mesin yang dalam satu piston mempunyai dua pasang overhead.

Alternator mobil juga biasa disebut sebagai dinamo ampere. Alternator adalah sebuah komponen pada mobil yang berfungsi menghasilkan arus listrik bagi semua komponen yang membutuhkan aliran listrik, seperti AC, lampu mobil, dan audio mobil.

Related Products