Kenali 8 Penyebab Pecah Ban Ini

06-July-2018

Category : Roda & Ban
Kenali 8 Penyebab Pecah Ban Ini

Banyak kecelakaan bermula dari ban yang kualitas atau kapasitasnya tidak tepat. Menurut data Jasamarga, 18-23 kecelakaan terjadi karena pecah ban. Ban merupakan satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.

Kualitas, kondisi saat melaju, performa dan daya cengkeramnya sangat menentukan keselamatan perjalanan. Masalah dengan ban, apalagi sampai meledak, akibatnya bisa fatal. Pecah ban biasanya terjadi karena sejumlah hal berikut.

 

  1. Kurang Angin

Ban dengan tekanan angin terlalu rendah atau kurang mengakibatkan fleksibilitas berlebihan pada bagian dinding samping ban. Akibatnya, temperatur ban akan sangat panas, apalagi saat melaju dengan kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan pada suhu yang panas. Panas berlebihan ini akan merusak tapak ban dan berakibat meledak. Kurang angin bisa terjadi karena faktor pemasangan atau perawatan, malas memeriksa tekanan.

 

  1. Angin Berlebihan

Tekanan angin yang berlebihan membuat ban keras, sulit dikendalikan dan mudah rusak saat terkena lubang atau permukaan jalan kasar. Ini bisa terjadi karena ketidaktahuan saat melakukan pengisian angin tanpa alat pengukur akurat. Kadang malah disengaja untuk mengurangi rolling resistance kendaraan agar lebih irit bahan bakar. Ikuti standard tekanan angin ban yang direkomendasikan oleh pabrikan untuk menjamin keselamatan berkendara.

 

  1. Beban Berlebih

Ini masalah yang sering terjadi saat mudik. Beban berlebih, baik itu karena jumlah penumpang atau barang bawaan. Perhatikan Load Rating atau batas daya angkut, sesuaikan dengan standar dan gunakan ban sesuai batas bebannya. Kode Load Rating tertera dibagi samping ban berupa 2 angka sebelum kode speed rating ban. Semakin tinggi angka tersebut semakin berat beban yang dapat diangkut.

 

  1. Benturan

Kurangi kecepatan saat melewati daerah yang tak dikenali. Lubang, gundukan atau benda lain yang terhantam dengan kecepatan tinggi bisa meyebabkan kerusakan ban seperi sobek, bocor atau ban benjol. Bisa saja saat terbentur tidak langsung terjadi kerusakan samai kempis, tapi kemungkinan terjadi kerusakan struktur ban. Ini yang bisa sewaktu-waktu memicu pecah ban saat dipacu pada kecepatan tinggi, beban berat dan suhu panas.

 

  1. Kecepatan Terlalu Tinggi

Mengemudi kecepatan melebih standard kecepatan ban bisa memicu pecah ban, apalagi kalau dilakukan pada saat panas dengan beban berlebihan. Ban dengan speed rating tinggi diberikan penguat tambahan dan lebih mudah melepaskan panas dibandingkan ban dengan speed rating rendah. Speed Rating ban tertera di bagian samping ban yaitu huruf terkahir pada kode ban.

 

  1. Kesalahan Pemasangan

Ban bisa rusak dan meledak karena kesalahan saat pemasangan ke pelek. Bila dipaksa atau tidak presisi, dapat merusak bead ban sehingga ban tidak terpasang sempurna.

 

  1. Tipis

Pada ban terdapat TWI (Thread Wear Indicator) yang berfungsi sebagai tanda bahwa ban sudah mencapai batas keausan yang diizinkan. Jika tapak ban sudah aus sampai menyentuh TWI, itu berarti Anda sudah mesti ganti ban. Jangan tunggu sampai benang atau kawat ban menyembul, retak, tapak ban terkelupas atau benjol.

 

  1. Usia

Ban terbuat dari karet, yang akan kehilangan elastisitasnya, jadi rapuh dan mengeras seiring waktu dan pemakaian. Cord yang terdapat di dalam ban juga akan mengalami degradasi kekuatan yang dapat menakibatkan ban meledak saat digunakan. Para ahli mengatakan ban yang sudah lebih dari 6 tahun akan mengalami penurunan kualitas yang sangat signifikan sehingga dianjurkan untuk melakukan penggantian ban sekalipun secara visual ban masih terlihat bagus. Cek kode produksi ban di dinding samping ban. Misal kode 0806, artinya ban diproduksi pada minggu kedelapan tahun 2006.

Related Articles

Pada skuter matik atau skutik, fungsi kopling dan transmisi digantikan sistem CVT untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang.

Sebagian pengguna mobil mungkin pernah membeli ban. Namun kode produksinya bukan tahun sekarang. Bila mengalami kondisi seperti itu, sebaiknya jangan berasumsi bahwa ban sudah kadaluarsa. Faktanya ban tidak memiliki masa kadaluarsa, sepanjang disimpan dengan baik ban tetap dapat digunakan.

Belakangan ini makin banyak sepeda motor dengan konstruksi mesin DOHC. DOHC adalah singkatan dari Double Over Head Camshaft, atau mesin yang dalam satu piston mempunyai dua pasang overhead.

Alternator mobil juga biasa disebut sebagai dinamo ampere. Alternator adalah sebuah komponen pada mobil yang berfungsi menghasilkan arus listrik bagi semua komponen yang membutuhkan aliran listrik, seperti AC, lampu mobil, dan audio mobil.

Related Products