DOT 3, 4 Atau 5.1, Mana Paling Pas?

22-July-2018

Category : Pengereman
DOT 3, 4 Atau 5.1, Mana Paling Pas?

Salah satu cara terbaik merawat rem kendaraan kita adalah, dengan memakai minyak rem yang ‘terbaik’.

Minyak rem terbaik, artinya minyak rem yang memiliki spesifikasi yang tepat untuk kendaraan kita. Patokannya satuan DOT, kependekan dari Department of Transportation.

 

Angka DOT berhubungan dengan titik didih minyak rem. Semakin tinggi angka DOT pada minyak rem, semakin tidak mudah mendidih. Pilihan yang terbaik, pilih sesuai kebutuhan dan spesifikasi komponen rem di kendaraan Anda. Di Indonesia standar minyak rem yang direkomendasi adalah DOT 3 atau DOT 4 dan DOT tertinggi adalah 5.1. Apa bedanya sih?

 

Minyak rem DOT 2, menggunakan bahan dasar castor oli. Sementara minyak rem DOT 3, DOT 4, dan DOT 5.1, bahan dasarnya terdiri dari beberapa mineral oil, glycol esters dan ethers, ada juga yang menggunakan synthetic oil.

 

DOT 3 dan DOT 4 mudah sekali menyerap uap air atau air dari atmosphere. Akibatnya, kinerja rem kurang optimal karena adanya air pada oli rem yang menyebabkan titik didih rem menurun. Masalah lainnya, karat pada sistem rem.

 

DOT 5 sering juga disebut minyak rem silikon, dibuat dengan bahan dasar silikon. Minyak rem jenis ini dibuat untuk mengatasi masalah adanya penyerapan air. Silikon tidak bersifat menyerap air, titik didihnya lebih tinggi dan stabil dan tidak memicu korosi.

 

Namun DOT 5 juga memiliki kelemahan yaitu kemampuan pelumasnya sangat kurang di saat temperatur tinggi. Gesekannya besar, akibatnya diperlukan tenaga yang lebih besar saat menekan rem agar sistem rem bekerja. Dari sinilah muncul istilah ‘rem keras’.

 

Kekurangan lainnya, silikon tidak punya daya lumas seperti glycol, sehingga tidak cocok untuk mobil yang dilengkapi ABS. DOT 5 juga tidak bisa menggantikan DOT lainnya. Karena tidak menyerap air, kelembaban sistem hidrolik akan mengumpul pada satu bagian. Ini menyebabkan korosi terlokalisasi. Sudah begitu, titik didihnya lebih rendah dibandingkan DOT 4 tapi harganya dua kali lebih mahal dan lebih sulit ditemukan di toko biasa.

 

DOT 5.1 hampir sama dengan DOT 3 dan DOT 4 yang menggunakan dasar glycol dan aditif borate ester. Tetapi komposisi aditif untuk DOT 5.1 adalah berkisar 70-80 %. Dengan kisaran seperti itu, membuat titik didih DOT 5.1 lebih tinggi dibanding DOT 3 dan DOT 4.

 

DOT-5.1 juga kompatibel dengan formulasi karet rem. Tapi, bahan utamanya bukan silicon, sehingga akan menyerap air. Seperti halnya DOT-3 dan DOT-4, minyak rem ini akan merusak cat.

Related Articles

Pada skuter matik atau skutik, fungsi kopling dan transmisi digantikan sistem CVT untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang.

Sebagian pengguna mobil mungkin pernah membeli ban. Namun kode produksinya bukan tahun sekarang. Bila mengalami kondisi seperti itu, sebaiknya jangan berasumsi bahwa ban sudah kadaluarsa. Faktanya ban tidak memiliki masa kadaluarsa, sepanjang disimpan dengan baik ban tetap dapat digunakan.

Belakangan ini makin banyak sepeda motor dengan konstruksi mesin DOHC. DOHC adalah singkatan dari Double Over Head Camshaft, atau mesin yang dalam satu piston mempunyai dua pasang overhead.

Alternator mobil juga biasa disebut sebagai dinamo ampere. Alternator adalah sebuah komponen pada mobil yang berfungsi menghasilkan arus listrik bagi semua komponen yang membutuhkan aliran listrik, seperti AC, lampu mobil, dan audio mobil.

Related Products