4 Kunci Rawat Rem ABS. Sensor Sehat, Semua Selamat

19-November-2018

Category : Pengereman
4 Kunci Rawat Rem ABS. Sensor Sehat, Semua Selamat

Seperti juga sistem lainnya di kendaraan, rem dengan ABS memerlukan perawatan rutin agar tetap terjaga kinerjanya. Apa saja yang mesti dijaga atau dirawat dengan cermat?

Teknologi ABS (Antilock Brake System) di sistem pengereman saat ini menjadi salah satu fitur utama untuk menjamin keselamatan. Semua mobil bahkan motor terbaru sudah dilengkapi teknologi ABS sebagai standar. Tetapi teknologi canggih kadang tak bisa berfungsi maksimal atau malah memicu masalah baru karena pemilik mobil atau motor belum memahaminyadengan baik. Bukan saja cara pengoperasian, tapi juga perawatannya.

 

Seperti juga sistem lainnya di kendaraan, rem dengan ABS memerlukan perawatan rutin agar tetap terjaga kinerjanya. Apa saja yang mesti dijaga atau dirawat dengan cermat?

 

Sistem ABS terdiri atas tiga bagian yaitu modul, sensor dan komputer di Electronic Control Unit (ECU) mobil. Sensor-sensor pada sistem ABS tersebut yang memegang peran yang penting dalam menangkap sinyal perintah pengereman darurat (panic braking). Sensor tersebut yang mengirimkan data ke komputer ECU, kemudian dikirimkan ke modul ABS yang mengeksekusi cara pengereman yang tak membuat ban mengunci.

 

Nah, kalau sensor ABS sampai rusak atau salah membaca perintah, maka perintah pengereman tak akan terkirim dengan akurat dan tepat waktu. Ini yang menyebabkan berbagai masalah di sistem pengereman, seperti tak akurat sampai gagal mengerem.

 

Jangan Mengocok Rem

Perlu diketahui, sistem ABS hanya bekerja saat pengemudi melakukan panic braking. Tanpa campur tangan ABS (pada mobil non ABS), pengereman darurat dapat menyebabkan roda mengunci. Nah, ABS berfungsi mencegah roda mengunci dengan melakukan ‘kocokan’ pada sistem rem sehingga roda tidak mengunci dan mobil tidak kehilangan kendali. Itu sebabnya cara pengereman darurat pada mobil dengan ABS berbeda dari mobil tanpa ABS.

 

Pada mobil yang dilengkapi ABS, pengereman darurat justru harus dilakukan dengan tekanan yang kuat pada pedal secara konstan. Dengan cara ini, sensor akan memberikan input ke komputer yang selanjutnya memerintahkan ABS bekerja ‘mengocok’ rem.

 

Jika pedal rem tidak diberi tekanan yang kuat secara konstan, atau jika pedal diinjak berulang-ulang seperti ‘mengocok’ maka sensor akan mengirimkan data yang salah ke komputer sehingga ECU tidak membaca kondisi ini sebagai panic braking. Akibatnya sistem ABS tidak bekerja seperti diharapkan dan roda justru akan mengunci. Hal ini dapat membuat mobil kehilangan kendali. Bahaya kan?

 

Mengganti Minyak Rem

Secara umum, ada beberapa item perawatan sistem rem dengan ABS yang sama dengan sistem rem konvensional tanpa ABS. Mekanisme kinerja rem ABS juga bergantung pada adanya minyak rem. Karena itu segera tambahkan jika jumlah minyak rem sudah berada di bawah ambang batas yang tertera pada reservoir. Jika kualitas minyak rem sudah berkurang seiring pemakaian, performa sistem pengereman juga akan menurun.

 

Minyak rem adalah cairan yang bersifat higroskopis atau menyerap uap air, karena itu perlu dikuras secara periodik. Kandungan air di dalam minyak rem ini dapat menimbulkan gelembung udara saat menerima panas yang terjadi saat pengereman. Jika ini terjadi, kinerja ABS dan kualitas pengereman pun akan menurun. Waktu penggantian minyak rem sebaiknya disesuaikan dengan jadwal yang terdapat di Buku Panduan Pemilik atau buku servis mobil.

 

Kampas Rem

Pastikan kualitas kampas rem masih bagus. Meski teknologi rem sudah canggih, tapi kalau kampas rem sudah tidak layak lagi, sudah tipis atau aus, kerja ABS dan performa pengereman juga tidak akan optimal. Kedalaman injakan pedal rem bertambah, jarak pengereman jadi perlu makin panjang juga.

 

Membersihkan Sensor

Sensor ABS terletak di kaliper rem, karena itu perlu berhati-hati saat membersihkan atau melakukan pengganti di bagian ini. Sebaiknya lakukan penggantian di bengkel yang memahami teknologi rem ABS untuk mencegah kerusakan sensor dan membuat fungsi ABS tidak normal. Begitupun saat membersihkan, gunakan cairan pembersih khusus dan lakukan secara rutin, setidaknya dua bulan sekali. Sensor yang kotor akan mempengaruhi kinerja sistem ABS.

Related Articles

Tak boleh lebih, tak boleh kurang, harus benar-benar klop dan pas. Inilah aturan baku saat memilih pasangan pelek dan ban.

Motor dengan suspensi lembut atau empuk memang nyaman. Bantingan atau guncangan jalan dapat teredam dengan baik. Tapi, hati-hati kalau terlalu empuk.

Spareparts mobil bekas biasa jadi pilihan biasanya alasan utamanya adalah faktor harga. Apalagi untuk bagian-bagian tertentu yang cukup mahal.

Bearing merupakan salah satu komponen mobil yang penting. Fungsinya menjaga agar poros tidak langsung bergesekan dengan bagian berputar, misalnya antara as dengan rumah roda.

Related Products